Kecelakaan fatal itu terjadi di Jalan Pud, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Saat kejadian, pasutri asal Dusun Krajan, RT 6, RW 2, Desa Kandangjati Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo itu sama-sama tak mengenakan helm.
Saat sampai di lokasi kejadian, motor tiba-tiba hilang kendali. Sepeda motor yang melaju dengan kecepatan sedang itu oleng ke kiri hingga akhirnya terjatuh. Sepeda motor korban mengalami kerusakan. CASINOONLINE
Dalam kejadian itu, Dulla mengalami luka serius di kepalanya. Darah segar mengucur. Ia pun meninggal saat dalam perawatan dokter di RSUD Waluyojati, Kraksaan. TOGELONLINE
Sementara sang istri, Tumina hanya mengalami luka pada kepala dan kaki. Kamis siang, ia sudah diperbolehkan pulang. POKERDOMINO99
"Kecelakaan ini terjadi karena pengendara motor hilang kendali saat melaju," kata Ipda Siswandi, Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo.
Penyebab kecelakaan maut yang dialami pasangan suami istri (pasutri) Dulla dan Tumina belakangan mulai terungkap. Diduga, motor yang dikendarai korban hilang kendali lantaran rok sang istri terlilit ke rantai motor.
Ipda Siswandi mengungkapkan hal itu setelah polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) atas kecelakaan maut di jalan Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan tersebut.
Dari olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, ada yang menyebut korban terjatuh karena rok Tumina terlilit rantai motornya. "Dugaan sementara, pengendara sepeda motor hilang kosentrasi saat rok istrinya terlilit rantai sepeda motor," ujarnya.
Lilitan rok di rantai motor berakibat fatal. Kepala Dulla yang membonceng sang istri membentur aspal dengan cukup keras. Apalagi, Dulla dan istrinya sama-sama tak mengenakan helm.
Pasutri itu pada Kamis pagi sekitar pukul 04.00 WIB hendak ke Pasar Kebonagung untuk berdagang. Mereka berboncengan mengendarai motor Honda C100 bernopol N 6397 NH.
No comments:
Post a Comment